Pembawa ajaran Islam: Nabi Muhammad

Pembawa ajaran Agama Islam adalah Nabi Muhammad SAW, Sejarah serta kepercayaan muslim menggambarkan Muhammad selaku seseorang manusia serta nabi yang mempunyai jasa yang besar. Biografi menimpa kehidupan awal mulanya tidak banyak dikenal; yang lebih banyak merupakan catatan riwayat tentang kehidupannya sehabis jadi nabi serta rasul pada umur 4 puluh tahun pada tahun 610. Alquran jadi sumber data utama menimpa kehidupan Nabi Muhammad. Di samping itu, hadis serta sirah nabawi( sejarah kehidupan kenabian) lebih jauh menggambarkan peran serta kedudukannya pada masa dini Islam. Muhammad berfungsi selaku penerima wahyu dari Allah serta sekalian selaku panutan supaya seluruh muslim berupaya menirunya.

Saat sebelum mendakwahkan Islam

Muhammad bin Abdullah( putra Abdullah) lahir pada tahun 570 M di Mekkah( saat ini masuk Arab Saudi). Bapaknya yang ialah seseorang orang dagang wafat saat sebelum kelahirannya. Ibunya, Aminah, wafat dikala Muhammad masih berumur 6 tahun.

Di permulaan masa mudanya, Muhammad tidak mempunyai pekerjaan senantiasa di Mekkah yang ialah kota perdagangan yang lagi tumbuh; banyak yang menyebutkannya bekerja selaku penggembala kambing.

Pada umur 25 tahun Muhammad dipekerjakan oleh seseorang janda kaya, Khadijah binti Khuwailid, buat mengawasi angkutan dagangnya ke daerah Syam( saat ini mencakup Yordania, Lebanon, Suriah, serta Palestina). Muhammad membuat Khadijah terkesan atas hasil pekerjaannya yang mendatangkan keuntungan yang belum sempat dia miliki sebanyak itu–selain pula penjelasan pembantu Khadijah yang menyertai ekspedisi dagang itu tentang sikap Muhammad–sampai Khadijah menawarkan diri kepada Muhammad buat menikah.

Dikala menikah, Khadijah disebutkan sudah berumur 4 puluh tahun, namun perkawinan itu membuahkan 2 anak pria( Al- Qasim serta Abdullah, wafat dikala anak- anak) serta 4 anak wanita( Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, serta Fatimah). Fatimah, gadis bungsu Muhammad, merupakan yang sangat diketahui, yang menikahi sepupu Muhammad, Ali bin Abi Thalib, khalifah(“ penerus”; penerus Nabi Muhammad selaku pemimpin) keempat bagi Islam.

Mekkah ialah pusat kemakmuran perdagangan. Tetapi, masyarakatnya ialah warga kesukuan yang gampang bertikai. Sebagian kejadian yang menampilkan perihal tersebut, yang pula mengaitkan Muhammad, merupakan Pertempuran Fujjar, Hilful Fudul, dan renovasi Kabah serta pemindahan Hajar Aswad. Peristiwa- peristiwa tersebut serta keadaan sosiologis yang lain turut pengaruhi Muhammad, yang jadi seseorang individu yang berhasil di tengah warga Mekkah.

Ia dihormati atas sifatnya yang dapat dipercaya serta keputusan- keputusannya terhadap persengketaan; ia diketahui dengan gelarnya al- Amīn,“ yang bisa dipercaya”. Kejujuran itu lengkap dengan kesukaannya merenung yang kesimpulannya membuat ia terbiasa menyendiri di Gua Hira–yang berjarak nyaris 2 mil di utara Mekkah–saat umurnya mendekati 4 puluh tahun.

Gua Hira.

Di sini, dalam waktu yang lama mengasingkan diri, ia merenungkan kehidupannya serta penyakit yang mengenai masyarakatnya. Di mari, di umurnya yang keempat puluh pada bulan Ramadan, pada malam yang diucap Lailatul Qadar,“ malam kemuliaan”, Muhammad menerima wahyu awal dari Allah lewat perantara Malaikat Jibril. Wahyu yang turun merupakan 5 ayat permulaan Surat al- Alaq.

( 1) Bacalah dengan( menyebut) nama Tuhanmu yang menghasilkan,

اقْرَأْبِاسْمِرَبِّكَالَّذِيخَلَقَ Aya- 1. png​

( 2) Ia sudah menghasilkan manusia dari segumpal darah.

خَلَقَالْإِنسَانَمِنْعَلَقٍ Aya- 2. png​

( 3) Bacalah, serta Tuhanmulah Yang Mahamulia,

اقْرَأْوَرَبُّكَالْأَكْرَمُ Aya- 3. png​

( 4) Yang mengajar( manusia) dengan pena.

الَّذِيعَلَّمَبِالْقَلَمِ Aya- 4. png​

( 5) Ia mengarahkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

عَلَّمَالْإِنسَانَمَالَمْيَعْلَمْ Aya- 5. png​

—Quran Al- Alaq: 1- 5

Dengan turunnya wahyu ini, Muhammad dinaikan jadi nabi semacam nabi- nabi yang diketahui dalam agama- agama samawi.[59] Sehabis wahyu yang selanjutnya turun sehabis sela waktu sebagian hari,[d] ialah 7 ayat permulaan Surat Al- Muddassir, Muhammad baru diutus selaku seseorang rasul(“ utusan”) yang diperintah buat mendakwahkan tauhid( monoteisme) serta memperingatkan masyarakatnya dari kesyirikan( politeisme).[60] Sepanjang 22 tahun( 610- 632), Muhammad terus menerima wahyu yang setelah itu dikumpulkan serta ditulis jadi Alquran(“ teks”).[59]

( 1) Wahai orang yang berkemul( berselimut)!

يَاأَيُّهَاالْمُدَّثِّرُ Aya- 1. png​

( 2) bangunlah, kemudian berilah peringatan!

قُمْفَأَنذِرْ Aya- 2. png​

( 3) serta agungkanlah Tuhanmu,

وَرَبَّكَفَكَبِّرْ Aya- 3. png​

( 4) serta bersihkanlah pakaianmu,

وَثِيَابَكَفَطَهِّرْ Aya- 4. png​

( 5) serta tinggalkanlah seluruh( perbuatan) yang keji,

وَالرُّجْزَفَاهْجُرْ Aya- 5. png​

( 6) serta janganlah engkau( Muhammad) berikan( dengan iktikad) mendapatkan( balasan) yang lebih banyak.

وَلَاتَمْنُنتَسْتَكْثِرُ Aya- 6. png​

( 7) Serta sebab Tuhanmu, bersabarlah.

وَلِرَبِّكَفَاصْبِرْ Aya- 7. png​

—Quran Al- Muddassir: 1- 7

Hadis dari Aisyah, istri kedua Muhammad di setelah itu hari, menggambarkan betapa Muhammad ketakutan dikala ditemui malaikat Jibril, yang sosoknya tidak sempat ia amati tadinya. Ia pula tidak begitu percaya dengan apa yang baru saja terjalin; apakah ia tidak waras ataupun kerasukan jin. Khadijah menenangkannya serta meyakinkannya kalau ia bukanlah edan ataupun kerasukan jin. Khadijah lekas mengajak suaminya itu menemui salah seseorang sepupunya yang menganut Kristen, Waraqah bin Naufal,[e] serta Muhammad menggambarkan peristiwa yang baru saja menimpanya.[62] Mendengar itu, Waraqah berkata,

Itu merupakan makhluk keyakinan Allah[f]( Jibril) yang sudah Allah utus kepada Nabi Musa! Andai saja saya masih fit serta muda kala itu! Andai saja saya masih hidup kala engkau diusir oleh kaummu!… tidak seseorang juga yang bawa semacam yang engkau membawa ini melainkan hendak dimusuhi, serta bila saya masih hidup pada dikala itu tentu saya hendak membelamu dengan segenap jiwa ragaku.[63]

Dakwah di Mekkah

Tidaklah perihal yang gampang mendakwahkan pesan menimpa Tuhan Yang Maha Esa di Kota Mekkah sebab kota ini merupakan pusat agama.[] Muhammad memulai dakwahnya secara sembunyi- sembunyi sepanjang 3 tahun buat menjauhi perihal yang hendak memancing kemarahan penduduk Kota Mekkah.[65] Di antara yang awal menerima ajakannya merupakan Ali bin Abi Thalib, sepupu serta menantunya yang dikala itu masih anak- anak, serta Abu Bakar, mertuanya di setelah itu hari serta khalifah awal.[66] Sehabis itu, ia secara bertahap berdakwah secara terang- terangan mulai dari keluarga terdekat dari Bani Hasyim hingga kesimpulannya kepada penduduk Mekkah secara universal.[67]

Walaupun terdapat beberapa orang yang masuk Islam menerima dakwahnya, perlawanan yang ia terima sepanjang dakwahnya sangat hebat.[68] Untuk warga oligarki Mekkah yang makmur serta kokoh, pesan menimpa keesaan Tuhan, beserta penentangan terhadap style hidup Mekkah yang tidak menyeluruh secara sosioekonomis, sudah menimbulkan penolakan langsung tidak cuma terhadap agama tradisi yang politeistik, namun pula terhadap kekuasaan serta hak istimewa yang sudah mereka nikmati, dan mengecam kepentingan politik, sosial, serta ekonomi mereka.[68] Nabi Muhammad mencela transaksi- transaksi tidak benar, riba, dan pengabaian serta eksploitasi terhadap janda serta anak yatim.[68] Ia membela hak- hak orang- orang miskin serta orang- orang tertindas, menekankan kalau orang- orang kaya mempunyai kewajiban atas orang- orang miskin.[68] Selaku wujud komitmen atas kewajiban itu, ditetapkanlah zakat atas harta serta produk pertanian serta perkebunan.[68] Persis semacam Amos serta Yeremia saat sebelum ia, Muhammad ialah seseorang“ pemberi peringatan” dari Tuhan buat menegur para pendengarnya buat bertobat serta bertakwa kepada- Nya, sebab hari penghakiman telah dekat:

( 49) Katakanlah( Muhammad),“ Wahai manusia! Sebetulnya saya( diutus) kepadamu selaku pemberi peringatan yang nyata.”

قُلْيَاأَيُّهَاالنَّاسُإِنَّمَاأَنَالَكُمْنَذِيرٌمُّبِينٌ Aya- 49. png​

( 50) Hingga orang- orang yang beriman serta mengerjakan kebajikan, mereka mem- peroleh ampunan serta rezeki yang mulia.

فَالَّذِينَآمَنُواوَعَمِلُواالصَّالِحَاتِلَهُممَّغْفِرَةٌوَرِزْقٌكَرِيمٌ Aya- 50. png​

( 51) Namun orang- orang yang berupaya menentang ayat- ayat Kami dengan iktikad melemahkan( keinginan buat beriman), mereka itu merupakan penghuni- penghuni neraka Jahim.

وَالَّذِينَسَعَوْافِيآيَاتِنَامُعَاجِزِينَأُولَٰئِكَأَصْحَابُالْجَحِيمِ Aya- 51. png​

—Quran Al- Hajj: 49- 51[68]

Awal mulanya, penduduk Mekkah cuma berupaya supaya orang- orang dari luar Mekkah tidak mendengar dakwah itu serta melaksanakan perlawanan verbal dengan argumentasi serta celaan.[69] Kematian paman serta pelindungnya, Abu Thalib, serta Khadijah pada tahun 619 menaikkan kesedihannya.[70] Perlawanan bertambah jadi tindakan- tindakan persekusi hingga pemboikotan massal.[71] Sebab keadaan di Mekkah memburuk, Muhammad mengizinkan para pengikutnya buat hijrah ke luar Mekkah, semacam Habasyah( Etiopia) yang ialah daerah Kristen, buat menemukan keamanan.[70]

Dakwah di Madinah

Di Madinah, Muhammad mempunyai peluang sangat luas buat mewujudkan pemerintahan serta memberitahukan dakwah atas perintah Allah, berkat letaknya saat ini selaku nabi serta pemimpin warga dari Negara- kota Madinah.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.